KARAWANG – Organisasi kemasyarakatan Wibawa Nusantara menyatakan sikap tegas terkait dugaan aksi LGBT dan pesta gay yang disebut terjadi di salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kabupaten Karawang. Peristiwa yang belakangan viral di media sosial itu dinilai tidak sejalan dengan nilai agama, norma kesusilaan, dan budaya yang hidup di tengah masyarakat.

Ketua Umum Wibawa Nusantara, KH M. Endang Suratno Wibowo, mengatakan pihaknya menolak segala bentuk perilaku yang dianggap bertentangan dengan ajaran agama dan karakter bangsa Indonesia.

Menurutnya, Indonesia dibangun di atas fondasi Ketuhanan Yang Maha Esa, etika sosial, serta nilai-nilai keluarga yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat selama bertahun-tahun.

“Wibawa Nusantara menolak segala bentuk normalisasi perilaku seksual yang bertentangan dengan ajaran agama, nilai moral, dan karakter bangsa Indonesia. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga marwah keluarga, pendidikan, dan kehidupan sosial dari berbagai bentuk penyimpangan yang berpotensi merusak tatanan moral generasi mendatang,” ujar Endang dalam pernyataan sikapnya, Senin (8/6).

Selain menyampaikan kecaman, Wibawa Nusantara juga mendukung langkah pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan secara objektif, profesional, serta sesuai ketentuan hukum yang berlaku terhadap dugaan peristiwa tersebut.

Organisasi tersebut menilai setiap pengelola tempat hiburan memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketertiban umum, menghormati norma kesusilaan, dan memperhatikan nilai-nilai yang berkembang di lingkungan masyarakat.

Tak hanya itu, Wibawa Nusantara juga mengajak berbagai elemen, mulai dari tokoh agama, tenaga pendidik, organisasi kepemudaan hingga keluarga, untuk memperkuat pendidikan akhlak dan karakter generasi muda.

Endang menegaskan, upaya menjaga moral masyarakat tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Menurutnya, penguatan pendidikan moral, spiritual, dan budaya harus menjadi perhatian bersama.

“Kami meyakini bahwa solusi terbaik bukan hanya penindakan, melainkan juga penguatan pendidikan moral, spiritual, dan budaya. Bangsa yang besar tidak hanya maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga kokoh dalam menjaga kehormatan nilai-nilai yang menjadi jati dirinya,” katanya.

Meski demikian, Wibawa Nusantara mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum. Organisasi tersebut meminta seluruh pihak menyerahkan proses penanganan dugaan kasus tersebut kepada aparat yang berwenang.

“Menjaga peradaban bukan hanya tugas negara, melainkan tanggung jawab bersama seluruh anak bangsa,” tutup Endang. (Teguh Purwahandaka)