Sebanyak 1.250 mahasiswa Unsika mengikuti pembukaan KKN tahun akademik 2025/2026. Para mahasiswa itu akan turun ke 99 desa di 13 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Karawang, Bekasi dan Purwakarta. 


KARAWANG,– Sebanyak 1.250 mahasiswa Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) resmi diterjunkan untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun Akademik 2025/2026 Batch 2. Mengusung tema "KKN Berdampak: Transformasi Inovasi Hijau dan Transformasi Digital Menuju Kemandirian Ekonomi Berkelanjutan", program ini diharapkan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat desa melalui pendekatan inovasi lingkungan dan digital.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNSIKA, dr. Dayat Hidayat M.Pd., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kegiatan akademik untuk memenuhi kewajiban perkuliahan. Lebih dari itu, KKN merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam pengabdian kepada masyarakat. Tahun Akademik 2025/2026, KKN dilaksanakan dua kali, yakni di bulan Januari 2026 dan Juni 2026.
"KKN adalah ruang belajar yang sesungguhnya. Mahasiswa tidak hanya datang untuk menjalankan program, tetapi juga belajar bersama masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang ada di desa," ujar Dayat.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan tahun ini sebanyak 1.250 mahasiswa akan didampingi 99 dosen pembimbing lapangan (DPL) dan disebar di 99 desa yang berada di 13 kecamatan, meliputi Kabupaten Karawang, Purwakarta, dan Bekasi. Menurutnya, cakupan wilayah tersebut menjadi peluang besar bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah secara langsung di tengah masyarakat.
Dayat mengatakan, tema KKN tahun ini dipilih karena menjawab tantangan yang kini dihadapi desa, yakni perlunya penguatan inovasi hijau dan transformasi digital. Melalui inovasi hijau, mahasiswa didorong mengembangkan program yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, pengurangan sampah, hingga pembangunan berkelanjutan. Sementara transformasi digital diarahkan untuk mendukung digitalisasi layanan desa, meningkatkan kapasitas UMKM, serta memperkuat literasi digital masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat.
"Keberhasilan KKN bukan diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat setelah program selesai," kata Dayat.
Ia berharap seluruh program kerja yang dijalankan mahasiswa benar-benar disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat, sehingga dapat menghasilkan dampak jangka panjang. Selain itu, potensi desa diharapkan terdokumentasi dengan baik, inovasi hijau dapat terus dilanjutkan oleh warga, serta pemanfaatan teknologi digital mampu mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Dayat juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, pemerintah desa, dunia industri, dan masyarakat. Menurutnya, pembangunan desa tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar menghasilkan dampak yang berkelanjutan.
Sementara itu, Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang (UNSIKA) Prof. Dr. H. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc., secara simbolis membuka pelaksanaan KKN. Dalam sambutannya, Ade berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.
"Jadilah mahasiswa yang tidak hanya hadir di desa, tetapi meninggalkan jejak kebermanfaatan bagi masyarakat," pesannya.