KARAWANG,– Pemandangan berbeda terlihat di kawasan industri Pupuk Kujang, Minggu pagi, 21 Juni 2026. Jika biasanya area tersebut identik dengan aktivitas produksi, ribuan pelari justru memadati jalan-jalan di dalam kompleks perusahaan untuk mengikuti Kujang Run 5K.
Ajang lari yang menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-51 Pupuk Kujang itu sukses menarik perhatian masyarakat. Antusiasme peserta bahkan melampaui ekspektasi panitia. Kuota awal sebanyak 1.500 orang terpaksa ditambah hingga mencapai 1.740 peserta karena tingginya minat masyarakat yang ingin merasakan sensasi berlari di kawasan industri hijau milik anak perusahaan Pupuk Indonesia (Persero) tersebut.
Membludaknya peserta menjadi bukti bahwa kawasan industri Pupuk Kujang tidak hanya dikenal sebagai pusat produksi pupuk nasional, tetapi juga memiliki lingkungan yang asri, tertata, dan nyaman untuk aktivitas olahraga.
Sepanjang rute lari, peserta disuguhi pemandangan pepohonan rindang yang tumbuh di berbagai sudut kawasan. Udara pagi yang segar serta jalur yang relatif steril dari lalu lintas umum menciptakan pengalaman berlari yang berbeda dibandingkan event serupa yang biasanya digelar di pusat kota.
Direktur Utama Pupuk Kujang, Budi Santoso Syarif, mengatakan bahwa penyelenggaraan Kujang Run menjadi kesempatan bagi perusahaan untuk memperlihatkan bagaimana kawasan industri dapat dikelola secara berkelanjutan dan tetap ramah lingkungan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa kawasan operasional Pupuk Kujang dikelola dengan baik, mengedepankan efisiensi energi dan tata kelola lingkungan yang bersih, aman, serta nyaman. Karena itu masyarakat dapat merasakan langsung suasana kawasan industri yang hijau dan asri,” ujarnya.
Konsep tersebut rupanya mendapat sambutan positif dari para peserta. Salah satunya Fatchnan Abdullah Albaarik (22), pelari dari kategori umum yang mengaku tertarik mengikuti Kujang Run karena penasaran dengan konsep lomba lari di kawasan industri.
Menurutnya, pengalaman berlari di dalam kawasan Pupuk Kujang memberikan kesan yang berbeda. Selain rute yang aman dan mudah diikuti, kondisi lingkungan yang nyaman menjadi nilai tambah tersendiri.
“Saya awalnya penasaran karena jarang ada event lari yang digelar di kawasan industri. Setelah ikut, ternyata suasananya nyaman. Udaranya terasa cukup asri dan rutenya juga menarik karena ada beberapa tanjakan yang menantang,” katanya.
Kesan serupa dirasakan banyak peserta lainnya. Tak sedikit yang mengabadikan momen selama berlari dan membagikannya di media sosial. Hamparan ruang terbuka hijau, jalan yang bersih, serta suasana kawasan yang tertata menjadi daya tarik tersendiri.
Ketua Panitia HUT ke-51 Pupuk Kujang, Desra Heriman, menilai lonjakan peserta menjadi indikator keberhasilan konsep yang diusung tahun ini. Menurutnya, Kujang Run tidak sekadar menghadirkan kompetisi olahraga, tetapi juga mempererat hubungan perusahaan dengan masyarakat.
“Jumlah peserta yang mencapai 1.740 orang menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa kawasan industri yang dikelola secara baik dapat menjadi ruang interaksi positif antara perusahaan dan masyarakat,” ujarnya.
Keberhasilan Kujang Run 2026 seb6kaligus mematahkan anggapan bahwa kawasan industri identik dengan lingkungan yang kaku dan tertutup. Melalui ajang ini, Pupuk Kujang memperlihatkan bahwa kawasan industri yang menerapkan prinsip keberlanjutan dapat menghadirkan ruang publik yang sehat, nyaman, dan menarik bagi masyarakat luas.
Tak heran jika ribuan pelari rela memadati area tersebut sejak pagi hari. Bagi mereka, Kujang Run bukan sekadar lomba mengejar catatan waktu terbaik, tetapi juga kesempatan menikmati wajah lain sebuah kawasan industri yang hijau dan penuh kehidupan. (Advertorial)
