Sejumlah warga antusian memilih pakaian dan buku yang dibagikan gratis oleh mahasiswa UBP Karawang. 


KARAWANG,– Suasana kolong flyover Karawang pada Rabu, 5 Maret 2026, tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah warga berdatangan sejak pagi, menyusuri deretan pakaian dan buku yang tertata rapi. Bukan pasar biasa, melainkan Pasar Gratis Ramadhan yang digagas mahasiswa Universitas Buana Perjuangan (UBP) Karawang.
Kegiatan sosial ini merupakan kolaborasi antara Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) dan BEM Fakultas Hukum UBP Karawang. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mengajak masyarakat untuk merasakan semangat berbagi di bulan suci dengan menyediakan berbagai barang layak pakai yang dapat diambil secara gratis oleh warga.
Beragam barang tersedia di “lapak” pasar gratis tersebut, mulai dari pakaian layak pakai hingga buku bacaan. Seluruh barang merupakan hasil penggalangan donasi dari mahasiswa serta masyarakat yang sebelumnya dikumpulkan oleh panitia kegiatan.
Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan dimulai. Satu per satu masyarakat memilih barang yang mereka butuhkan tanpa dipungut biaya. Panitia pun mengatur jalannya kegiatan agar tetap tertib sehingga setiap warga mendapatkan kesempatan yang sama.
Ketua Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (HIMASI) UBP Karawang, Muhammad Riziq Al Hafizhi, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat sekaligus wujud kolaborasi positif antar organisasi kemahasiswaan.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menumbuhkan semangat berbagi, kepedulian, dan kesadaran sosial. Semoga Pasar Gratis Ramadhan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengingatkan kita semua bahwa kebersamaan dapat membawa dampak besar bagi lingkungan,” ujarnya.
Bagi para mahasiswa, kegiatan ini bukan sekadar aksi sosial, tetapi juga ruang belajar tentang arti empati dan kebersamaan. Di tengah kesibukan akademik, mereka mencoba menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

Panitia pelaksana Pasar Gratis Ramadhan UBP Karawang. 


Pasar Gratis Ramadhan pun menjadi gambaran sederhana bahwa kepedulian tidak selalu harus dimulai dari hal besar. Terkadang, berbagi pakaian atau buku yang masih layak pakai pun sudah cukup untuk menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan. (Teguh Purwahandaka)