Rangkaian foto dokumentasi panitia acara yang digelar Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Karawang. 

KARAWANG,-- Suasana Masjid Al ‘Amal di kawasan Pemda Karawang pada Minggu, 8 Maret 2026, terasa berbeda dari biasanya. Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Karawang berdatangan. Mereka berkumpul dalam satu momentum spiritual, memperingati Nuzulul Qur’an melalui khotmil Qur’an, doa bersama, dan gerakan memuliakan Al-Qur’an.

Kegiatan yang digagas Forum Pondok Pesantren Karawang ini mengusung tagline “Pesantren Bersatu, Karawang Maju.” Dalam rangkaiannya, panitia menyelenggarakan pembagian 1.000 mushaf Al-Qur’an, khotmil Qur’an oleh 1.000 santri, serta tawasul dan istighosah yang dipanjatkan khusus untuk kemajuan Kabupaten Karawang.

Di dalam masjid, para santri duduk bersaf, membaca ayat demi ayat hingga khatam secara berjamaah. Lantunan ayat suci menggema, menciptakan suasana khusyuk yang menyatukan para santri, pengasuh pesantren, dan masyarakat yang hadir.

Setelah khotmil Qur’an, acara dilanjutkan dengan tawasul dan istighosah. Para kiai memimpin doa yang diikuti ribuan peserta, memohon keberkahan dan kemajuan bagi Karawang. Menjelang magrib, kebersamaan semakin terasa ketika seluruh peserta berbuka puasa bersama, sebelum menutup rangkaian kegiatan dengan shalat tarawih berjamaah.

Menariknya, kegiatan besar ini tidak digerakkan oleh dukungan dana yang melimpah. Justru sebaliknya, acara lahir dari semangat gotong royong para penggerak pesantren yang saling berkontribusi melalui tenaga, waktu, dan komitmen kebersamaan. Ketua pelaksana kegiatan, KH Muhammad Endang Suratno Wibowo, M.Ed, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.

“Alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik meskipun tanpa sokongan dana dari pihak manapun. Ini membuktikan bahwa semangat gotong royong, keikhlasan, dan kebersamaan para penggerak pesantren jauh lebih kuat daripada keterbatasan yang ada. Ketika pesantren bersatu memuliakan Al-Qur’an dan mendoakan daerahnya, insyaAllah keberkahan itu akan kembali kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Lebih dari sekadar peringatan keagamaan, kegiatan ini juga memperlihatkan potensi besar pesantren sebagai penggerak kebersamaan sosial. Forum Pondok Pesantren Karawang, melalui kegiatan ini, menunjukkan bahwa jaringan pesantren mampu menjadi ruang kolaborasi lintas lembaga dalam membangun kepedulian terhadap masyarakat dan daerah.

Gerakan spiritual kolektif seperti khotmil Qur’an, tawasul, dan istighosah menjadi simbol bahwa pesantren tidak hanya hadir sebagai pusat pendidikan agama, tetapi juga sebagai sumber nilai, solidaritas, dan kekuatan moral masyarakat.

Di tengah keterbatasan, kegiatan ini justru menegaskan satu hal, kekuatan terbesar sebuah gerakan bukan terletak pada besarnya anggaran, melainkan pada ketulusan niat dan kekompakan orang-orang yang terlibat di dalamnya. Dari Masjid Al ‘Amal malam itu, doa-doa dipanjatkan bersama, sebuah harapan agar pesantren terus menjadi pilar penting dalam mendorong kemajuan Karawang di masa depan. (Teguh Purwahandaka)