IM (31), turun dari ambulan di RSUD Karawang untuk bertemu dengan dokter spesialis kejiwaan. 


BAYANGKAN, Anda sedang melintas di sebuah jalan kampung pada pagi hari. Matahari baru naik, aktivitas warga mulai menggeliat. Tiba-tiba, ada seorang pria tak dikenal menghampiri  sambil mengayunkan golok. Tiga orang yang sedang melintas, menjadi korban atas serangan senjata tajam.  Teriakan minta tolong menggema. Dalam hitungan menit, tiga warga tersungkur bersimbah darah, diantaranya terkena tebasan golok.

Peristiwa mencekam itu terjadi di Kampung Sukaseuri Barat, Desa Sarimulya, Kecamatan Kotabaru, Kabupaten Karawang, Kamis (19/2/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB. Seorang pria berinisial IM (31) disebut para saksi secara tiba-tiba melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam jenis golok terhadap tiga warga yang mejadi korban.

Kasi Humas Polres Karawang, IPDA Cep Wildan menjelaskan, korban pertama pelaku menyasar Ahmad Fauzi (25) yang tengah melintas menggunakan sepeda motor. IM tiba2 mengayunkan goloknya ke arah tangan korban yang sedang memegang kemudi.

“Pelaku secara tiba-tiba mengayunkan senjata tajam jenis golok yang dipegangnya dan mengenai tangan korban pertama,” ujar Cep Wildan.

Tak berhenti di situ, korban kedua,, pelaku menyerang Apandi (52) yang sedang berjalan kaki. Korban mengalami luka sabetan di bagian belakang kepala. Darah segar mengucur dari kepalq korban kedua.

Situasi semakin mencekam ketika pelaku mencoba menyerang korban yang ketiga, saat itu pelaku coba membacok Siti Anisah (31), yang saat itu tengah berjalan sambil menggendong anak balitanya berusia tiga tahun. Beruntung, sabetan golok lebih dulu mengenai payung yang dibawa korban sebelum mengenai tubuhnya. Namun Siti Anisah terjatuh ke aspal dan mengalami luka memar di bagian wajah akibat benturan.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut bergerak cepat. Pelaku berhasil dilumpuhkan dengan cara mengikat kedua tangan dan kakinya menggunakan tali tambang serta menutup mulutnya dengan lakban untuk mencegah aksi agresif lanjutan.

IM kemudian dievakuasi ke Mako Polsek Kotabaru menggunakan ambulans milik Desa Sarimulya. Dari sana, oleh polisi dibawa ke RSUD Karawang untuk mendapatkan pemeriksaan di Poli Kejiwaan.

Pihak kepolisian tidak serta-merta menyimpulkan kondisi pelaku. Untuk memastikan apakah yang bersangkutan dalam kondisi waras atau mengalami gangguan jiwa, polisi meminta pendapat dokter spesialis kejiwaan.

Setelah mendapatkan surat rekomendasi dari dokter kejiwaan di RSUD Karawang, IM dirujuk ke RSJ Cisarua, Kabupaten Bandung Barat untuk menjalani pemeriksaan lanjutan terkait kondisi mentalnya.

“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi kejiwaan terlapor, apakah yang bersangkutan dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atau memerlukan penanganan medis kejiwaan,” tambah Cep Wildan.

Selain itu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu bilah golok bergagang kayu warna hitam. Unit Reskrim Polsek Kotabaru telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Hingga kini, aparat masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit jiwa untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap IM.