KARAWANG kembali menggeliat. Minggu, 15 Februari, Ganesa Arena di Karawang Timur akan menjadi titik temu adrenalin, disiplin, dan semangat sportivitas dalam gelaran Rookie Fight Karawang #3. Event tahunan yang digelar Squad Camp Karawang ini bukan sekadar pertandingan, tetapi juga panggung pembinaan atlet muda lintas daerah.
Sebanyak 90 atlet dipastikan turun gelanggang. Mereka datang dari Cirebon, Jakarta, Bogor, Bekasi, hingga Karawang sebagai tuan rumah. Total ada 13 kelas yang dipertandingkan, mulai dari kelas 30 kilogram untuk usia sekolah dasar hingga kelas berat 100 kilogram. Seluruh peserta akan memperebutkan Piala Bergilir Squad Camp Karawang—sebuah simbol supremasi yang kini kian bergengsi di kalangan komunitas muaythai.
Ketua Panitia Pelaksana, Jay Dongkrak, menyebut antusiasme peserta tahun ini menunjukkan geliat positif olahraga bela diri di Karawang. “Minat kawula muda terhadap muaythai cukup besar. Di Karawang sendiri sudah ada enam camp pelatihan, dengan ratusan orang aktif berlatih. Mayoritas anak sekolah,” ujar Jay saat ditemui wartawan dalam sesi face off peserta di Cafe Dewa Sena, Karawang, Sabtu siang.
Menurutnya, geliat ini tak berdiri sendiri. Bersama KONI dan Pemerintah Daerah Karawang, penyelenggara aktif mendorong olahraga sebagai ruang pembinaan karakter. “Kami ingin meminimalisir kebiasaan tawuran pelajar. Energi mereka harus diarahkan ke hal yang positif dan berprestasi,” tegas Jay.
Pertandingan akan dimulai pukul 08.00 WIB dan dipastikan memanas hingga partai penutup kelas berat pada malam hari. Laga pamungkas itu diprediksi menjadi sorotan utama, bukan hanya karena gengsi kelas berat, tetapi juga karena kualitas atlet yang terus meningkat setiap tahunnya.
Lebih dari sekadar kompetisi, Rookie Fight Karawang telah menjelma menjadi barometer perkembangan muaythai lokal. Di tengah semakin banyaknya camp pelatihan dan dukungan pembinaan, ajang ini menjadi ruang pembuktian bagi para petarung muda—bahwa ring bukan tempat pelampiasan, melainkan tempat meraih prestasi.
Ganesa Arena pun siap menjadi saksi, ketika semangat sportivitas dan mimpi-mimpi generasi muda Karawang kembali dipertarungkan dengan penuh hormat di atas ring. (Hilman Tamimi)
